Berau, Kalimantan Timur

Perempuan Tangguh Berau: Kakao, Tabungan & Kesiapsiagaan

Penguatan hak dan ketahanan penghidupan kelompok perempuan petani dari keluarga transmigran di 12 desa, dengan belajar bersama komunitas Dayak. Sasaran program: 500 perempuan petani kakao.

Keluarga & komunitasDiskusikan inisiatif ini
Lokasi
12 desa di Kabupaten Berau
Sasaran program
500 perempuan petani kakao
Fokus
Tabungan, kakao, agroforestri, kesiapsiagaan asap
Durasi
10 bulan

Kebutuhan setempat

Program transmigrasi dimaksudkan memberi keluarga di Berau penghidupan yang lebih aman. Kini perluasan tambang dan sawit, kepastian lahan yang belum jelas, kebakaran dan kabut asap berulang, serta hasil kebun kakao yang menurun membuat rasa aman itu goyah. Kerja perempuan di kebun kakao sering tidak terlihat, dan kabut asap menambah beban perawatan keluarga yang sebagian besar mereka pikul.

Tujuan

Memperkuat ketahanan ekonomi, lingkungan, dan kesehatan keluarga, serta suara perempuan dalam keputusan desa.

Kelompok sasaran

500 perempuan petani kakao dari keluarga eks-transmigran (sekitar 42 per desa), dengan prioritas rumah tangga yang dikepalai perempuan dan berpenghasilan terendah. Pertukaran belajar dilakukan bersama komunitas Dayak di Kampung Merasa.

Kegiatan

  • Pemilihan desa, asesmen partisipatif, pemetaan bahaya, dan pembentukan kelompok.
  • 12 kelompok tabungan perempuan, literasi keuangan, dan pelatihan penghidupan.
  • Coaching budidaya kakao, fermentasi, alat pengolahan bersama, pembukuan kelompok, dan dialog dengan pembeli.
  • Sekolah lapang rehabilitasi kakao dan agroforestri tanpa bakar, serta penanaman 5.000 pohon penaung dan buah.
  • Rencana kesiapsiagaan asap untuk 500 rumah tangga bersama puskesmas, perlengkapan pelindung, dan 12 alat pemantau PM2.5.
  • Kesepakatan desa tentang pencegahan kebakaran dan hidup berdampingan dengan satwa liar, serta dialog keamanan dan layanan rujukan bagi perempuan.

Tahapan 10 bulan

  1. Bulan 1–2

    Pemilihan 12 desa, asesmen, pemetaan bahaya, dan pembentukan kelompok tabungan.

  2. Bulan 3–8

    Sekolah lapang kakao dan agroforestri, penanaman pohon, kesiapsiagaan asap, dan kunjungan belajar ke Kampung Merasa.

  3. Bulan 9–10

    Kesepakatan desa, evaluasi, lokakarya pembelajaran tingkat kabupaten, dan ringkasan kebijakan.

Yang dipantau

  • Kelompok tabungan aktif dan perempuan yang menabung rutin
  • Pendapatan dari kakao dan mutu biji yang difermentasi
  • Pohon yang ditanam dan rencana kesiapsiagaan asap rumah tangga
  • Kendali perempuan atas pendapatan dan partisipasi dalam perencanaan desa

Daftar ini menunjukkan hal yang dinilai selama program, bukan capaian yang sudah terverifikasi. Hasil dilaporkan setelah pelaksanaan dan pemeriksaan.

Kakao menjadi pintu masuk program ketahanan yang lebih luas, bukan usaha komersial. Premi harga tidak dijamin.

Kesempatan kolaborasi

  • Pembeli kakao yang menghargai biji fermentasi bermutu dari kelompok perempuan.
  • Pemerintah desa dan puskesmas untuk layanan rujukan dan kesiapsiagaan asap.
  • Mitra konservasi untuk hidup berdampingan dengan satwa liar, termasuk orangutan.

Galeri

Ketuk foto untuk memperbesar. Sebagian foto adalah ilustrasi.

Inisiatif terkait

Lihat portofolio

Punya lokasi, komunitas, atau program yang ingin digarap bersama?

Ceritakan tujuan dan wilayahnya. Kami akan menyiapkan pertanyaan awal untuk asesmen dan pembagian peran.

Diskusikan kemitraan