Pemulihan lahan kritis, kering, bekas tambang, dan terdampak bencana melalui diagnosis tapak, perbaikan penyebab kerusakan, vegetasi yang cocok, dan pengelolaan jangka panjang.
Kebun tidak produktif, lahan tererosi, lahan kering, bekas tambang, bekas bencana
Percontohan
Tiga lokasi dengan tipologi berbeda
Durasi
Hingga 36 bulan per lokasi
Pelaksana teknis
Satisfarm bersama pengelola lahan
Kebutuhan setempat
Lahan rusak tidak pulih dengan resep yang sama. Lereng tererosi, lahan kering, bekas tambang, dan lahan terdampak bencana membutuhkan diagnosis berbeda. Menanam tanpa menghentikan penyebab kerusakan, tanpa kepastian hak, atau tanpa perawat setelah tanam sering berakhir dengan bibit yang mati.
Tujuan
Memulihkan fungsi tanah, air, dan keanekaragaman hayati, lalu menghasilkan manfaat yang aman bagi masyarakat dengan biaya rawat yang terjangkau.
Kelompok sasaran
Pengelola lahan dan masyarakat sekitar, dengan pembagian akses, kerja, dan manfaat yang disepakati sejak awal.
Kegiatan
Penyaringan lokasi: status lahan, bahaya, ekosistem acuan, dan riwayat penggunaan.
Perbaikan tanah dan bentuk lahan: penutup tanah, pengendalian erosi, dan bahan organik.
Pengelolaan air: panen hujan, resapan aman, tampungan, dan pompa surya bila layak.
Vegetasi pemulih: regenerasi alami terbantu, jenis pionir lokal, dan pengayaan.
Hutan pangan, ternak, atau ikan hanya pada zona yang dinyatakan aman.
Tahapan per lokasi
Bulan 0–3: kelayakan
Penyaringan, survei rinci, desain bersama, dan kesepakatan manfaat. Hasilnya boleh berupa keputusan tidak dilanjutkan.
Bulan 4–12: pembangunan
Pekerjaan tanah, air, dan vegetasi sesuai izin dan musim.
Bulan 13–36: pendampingan
Pemeliharaan, evaluasi satu siklus musim, dan perbaikan desain.
Yang dipantau
Tutupan tanah dan titik erosi pada titik pantau tetap
Tanaman yang bertahan dan regenerasi alami
Fungsi sarana air dan mutu air
Biaya dan jam kerja pemeliharaan, serta manfaat yang diterima warga
Daftar ini menunjukkan hal yang dinilai selama program, bukan capaian yang sudah terverifikasi. Hasil dilaporkan setelah pelaksanaan dan pemeriksaan.
Kesempatan kolaborasi
Pemegang izin tambang atau konsesi yang memiliki kewajiban pemulihan.
Pemerintah daerah dan desa untuk lahan kritis milik publik.
Perguruan tinggi untuk kajian tanah, hidrologi, dan pemantauan.
Galeri
Ketuk foto untuk memperbesar. Sebagian foto adalah ilustrasi.
Penanaman 1.000 pohon jenis lokal di lahan kritis milik desa atau publik: lereng rawan erosi, daerah resapan mata air, dan sempadan. Pohon lalu diserahkan kepada kelompok setempat untuk dirawat.
Lihat inisiatif
Hutan & lahan
Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, dan Kalimantan Timur
Program 12 bulan bersama keluarga petani kakao: pelatihan, coaching, pelatih lokal, dan kebun contoh agroforestri di desa yang berbatasan dengan hutan.
Lihat inisiatif
Punya lokasi, komunitas, atau program yang ingin digarap bersama?
Ceritakan tujuan dan wilayahnya. Kami akan menyiapkan pertanyaan awal untuk asesmen dan pembagian peran.