Komunitas sekitar hutan memperoleh penghasilan dari rotan manau, madu, nira aren, dan hasil hutan bukan kayu lain, lalu menyepakati aturan untuk menjaga hutan dan mata air.
Warga menjaga hutan bila hutan yang tetap berdiri memberi penghasilan yang cukup dan tersebar sepanjang tahun. Rotan manau dicari sebagai bahan rangka furnitur karena kuat dan lentur, tetapi populasinya tertekan oleh panen berlebih. Tanpa aturan panen, pembibitan, dan penanganan pascapanen, pasokan dan harga tidak stabil.
Tujuan
Menghubungkan penghasilan dari beragam hasil hutan bukan kayu dengan aturan jaga hutan, pencegahan bencana, dan perlindungan sumber air.
Kelompok sasaran
Kelompok pemanen rotan dan hasil hutan, kelompok perempuan dalam rantai pasok, kader desa, dan pemuda.
Kegiatan
Asesmen kelompok, sumber hasil hutan, dan akses pemanfaatan bersama desa dan pengelola hutan.
Aturan panen manau yang menjaga permudaan, pembibitan, dan penanaman pengayaan.
Titik pascapanen kelompok: penerimaan, sortasi per kelas mutu, pengeringan, dan pencatatan asal bahan.
Pengembangan produk bersama perajin rotan, termasuk prototipe gagang dan rangka payung dari rotan.
Madu hutan, sadap aren, dan kebun bibit agroforestri sebagai penghasilan pendamping.
Peta risiko longsor, banjir, dan kebakaran; inventaris dan perlindungan mata air.
Siklus yang dibangun
1PenghasilanBeragam hasil hutan bukan kayu memberi penghasilan sepanjang tahun.
2AturanAturan panen dan tugas jaga hutan disepakati warga.
3Hutan terjagaHutan, mata air, dan lereng tetap terlindungi.
4Pasokan lestariPasokan yang lestari menopang penghasilan berikutnya.
Yang dipantau
Pendapatan bersih per hasil hutan dan per hari kerja, termasuk pendapatan perempuan
Bahan rotan yang diterima dan ditolak pembeli
Kepatuhan aturan panen, patroli, serta kejadian perambahan atau kebakaran
Debit mata air saat kemarau dan rencana siaga desa
Daftar ini menunjukkan hal yang dinilai selama program, bukan capaian yang sudah terverifikasi. Hasil dilaporkan setelah pelaksanaan dan pemeriksaan.
Kesempatan kolaborasi
Perajin dan pembeli produk rotan yang membutuhkan bahan bermutu dengan asal yang jelas.
Pembeli madu, gula aren, dan kopi dari hutan yang dijaga.
Donor dan CSR untuk konservasi, pencegahan bencana, dan sumber air.
Galeri
Ketuk foto untuk memperbesar. Sebagian foto adalah ilustrasi.
Bersama JYN Coffee, pembeli dan pengolah kopi di Bajawa: praktik budidaya kopi hutan yang baik, petik merah, kebun pangan, dan perlindungan hutan. Sasaran program: 200 rumah tangga petani kopi.
Penanaman 1.000 pohon jenis lokal di lahan kritis milik desa atau publik: lereng rawan erosi, daerah resapan mata air, dan sempadan. Pohon lalu diserahkan kepada kelompok setempat untuk dirawat.
Program 12 bulan bersama keluarga petani kakao: pelatihan, coaching, pelatih lokal, dan kebun contoh agroforestri di desa yang berbatasan dengan hutan.
Lihat inisiatif
Punya lokasi, komunitas, atau program yang ingin digarap bersama?
Ceritakan tujuan dan wilayahnya. Kami akan menyiapkan pertanyaan awal untuk asesmen dan pembagian peran.