Bajawa, Ngada, Nusa Tenggara Timur

Kopi Hutan & Pangan Keluarga

Merawat kopi di bawah naungan hutan, memetik buah merah saja, dan menanam pangan di lahan keluarga. Sasaran program: 200 rumah tangga petani kopi.

Dua petani perempuan memetik buah kopi merah
Foto ilustrasi Petik merah selektif di kebun kopi. Bukan dokumentasi Bajawa.

Kebutuhan setempat

Banyak kopi di Bajawa tumbuh di bawah tajuk hutan dengan kerapatan rendah dan perawatan terbatas. Pemangkasan jarang dilakukan, buah merah dan hijau sering dipetik bersamaan, dan sebagian lahan pertanian keluarga belum dimanfaatkan. Agar hutan tetap dijaga, hutan yang berdiri perlu memberi alasan ekonomi, pangan, dan budaya bagi keluarga.

Tujuan

Meningkatkan mutu dan hasil kopi yang sudah ada tanpa membuka hutan, sekaligus menambah ragam pangan keluarga dari lahan pertanian yang sah.

Kelompok sasaran

200 rumah tangga petani kopi sebagai sasaran program, dengan sedikitnya 25 peserta perempuan, serta 30 rumah tangga perintis kebun pangan.

Kegiatan

  • Pendataan awal: kebun, panen, mutu buah, ragam pangan, dan status lahan.
  • Sekolah lapang: pemangkasan sederhana, perawatan tanah, pengamatan hama, dan petik merah selektif.
  • Rencana kebun pangan dan agroforestri kopi di lahan keluarga yang kurang dimanfaatkan, tanpa membuka hutan alam.
  • Dua kebun belajar dan kunjungan antarpetani.
  • Dialog mutu dengan pembeli kopi setempat agar perbaikan mutu terhubung dengan harga dan manfaat bagi petani.

Tahapan

  1. Validasi bersama warga

    Kebutuhan, desa, dan lokasi dikonfirmasi bersama petani, perempuan, tokoh adat, dan pemilik lahan.

  2. Sekolah lapang

    Praktik di kebun petani mengikuti musim: pangkas, rawat tanah, amati hama, lalu panen.

  3. Kebun perintis

    30 rumah tangga menyusun rencana kebun pangan; dua kebun belajar menjadi tempat praktik bersama.

  4. Tinjau & lanjutkan

    Pengalaman 200 rumah tangga menjadi dasar fase berikutnya bila lahan, pendanaan, dan kapasitas pasar memungkinkan.

Yang dipantau

  • Rumah tangga yang mengikuti sekolah lapang dan coaching
  • Penerapan pemangkasan dan petik merah di kebun
  • Mutu buah kopi yang diserahkan ke pembeli
  • Ragam pangan kebun keluarga dan pohon naungan asli yang dipertahankan

Daftar ini menunjukkan hal yang dinilai selama program, bukan capaian yang sudah terverifikasi. Hasil dilaporkan setelah pelaksanaan dan pemeriksaan.

Kesempatan kolaborasi

  • Pembeli dan pengolah kopi yang menginginkan pasokan bermutu dari kebun yang menjaga hutan.
  • Donor dan mitra CSR untuk sekolah lapang dan kebun pangan.
  • Jejaring pangan lokal dan peneliti agroforestri kopi.
Kembali ke semua inisiatif

Foto

Inisiatif terkait

Petani memeriksa buah kakao di pohonHutan & lahan
Berau, Kalimantan Timur

Kakao, Hutan & Penghidupan

Program 12 bulan bersama keluarga petani kakao: pelatihan, coaching, pelatih lokal, dan kebun contoh agroforestri di desa yang berbatasan dengan hutan.

Dua orang mengamati kondisi hutan sambil membawa catatanHutan & lahan
Klaster komunitas di sekitar hutan perbukitan

Rotan & Komunitas Penjaga Hutan

Komunitas sekitar hutan memperoleh penghasilan dari rotan manau, madu, nira aren, dan hasil hutan bukan kayu lain, lalu menyepakati aturan untuk menjaga hutan dan mata air.

Punya lokasi, komunitas, atau program yang ingin digarap bersama?

Ceritakan tujuan dan wilayahnya. Kami akan menyiapkan pertanyaan awal untuk asesmen dan pembagian peran.

Diskusikan kemitraan